Cerita Pribadi Setelah MGR Silokek 2022

Aku ingin mencurahkan keterpukauanku ketika ikut ke Sijunjung untuk Minang Geopark Run tahun ini, bodo amat juga kalau dianggap ini menjilat atau semacamnya. Tetapi aku benar-benar harus meluapkan ini agar tidak jadi penyakit, ehhe.

Untuk kedua kalinya Bang Arif dan Kak Ica mengajakku untuk berurusan dengan pelari-pelari dari yang kece sampai yang tidak kece sama sekali. HAHAHAHAHA. Untuk pertama kali juga aku mengitari Kabupaten Sijunjung, atau minimal sebagian Sijunjung lah ya. Dulu pernah ke Sijunjung beberapa kali untuk mengantar Abangku menikah dengan warga sana. Dua kali juga. Cuma ya urusan itu saja tanpa singgah kemana-mana.

Kalau sekarang aku berkesempatan mengitari sebagian besar wilayah Sijunjung karena mengarahkan suttle bus yang akhirnya tidak ada peserta yang pakai. Mereka malah naik mobil timnya masing-masiing. Alhasil ya udah, keliling rute larinya bertiga mulu sama Pak Supir dan keneknya.

Okey, mari kita ceritakan.

Pertama, jelaslah ya kagum sama Kampung Adat dan Silokek. Kalian harus banget cari kalender event Kabupaten Sijunjung dan cocokin jadwal kalian. Sebab kuyakin, Sijunjung akan sangat menyenangkan ketika acara-acaranya. Catatan penting untuk kalian yang mau menginap di Kampung Adat harus banget patuh sama aturan Ibu-ibu di sana, karena memang kelompok Ibu-ibu di sana yang mengurusi semuanya. Yang pasti selain sopan santun, aturan yang paling kuingat adalah tidak laki-laki dan perempuan harus menginap di rumah gadang yang berbeda, tidak boleh campur.

Kemarin itu ada satu keluarga dengan anak kecil yang tidak memungkinkan tidur terpisah, akhirnya mereka diinapkan di rumah warga yang biasa. Tidak menginap di rumah gadang, padahal kan tidur di rumah gadang is another level ya kan? Ada juga yang karena merasa biasa tidur rame-rame masih nekad masuk di satu rumah, akhirnya disuruh pindah tengah malam.

Silokek juga keren sekali sih, meskipun menuju lokasi rada deg-degan dengan jalanan yang berada di bawah tebing dan di pinggir sungai besar sekali. Dengan tanjakan dan turunan yang bikin aku di bis kebayang yang aneh-aneh, yang alhamdulillah tidak kenapa-kenapa. Kalau pakai mobil kecil sih enaklah ya.

Kalian tunggu saja story Instagram @geoparkrunseries , pelari sudah mulai share foto-foto gagal move on mereka yang memang sepanjang rute lari ya sekeren itu. Dan tolong jangan dibayangin mereka larinya gimana, pada minta ampun semua di garis finish. WKWKWKWK.

Nah, kedua nih. Aku terpesona dengan bagaimana Bupati dan Wakilnya saat acara makan malam penyambutan. Dari gesture Bapak Bupati terlihat malam itu dia menunjukkan hormatnya kepada yang lebih tua, termasuk ke Wakil Bupati, wakilnya dia. Aku melihat dia bersalaman dengan sedikit menundukkan kepala karena (pikirku) dia sadar dengan usianya yang lebih muda. Menyalami peserta yang datang juga nampak sekali dia sangat menghormati tamu-tamunya.

Masih belum habis dengan beliau. Malam itu sudah dengar bisik-bisik kalau memang dia seperti itu, bahkan istrinya juga sehumble itu. Sebiasa aja itu, kata orang yang bisik-bisik malam itu. Dan besoknya di garis finish, kulihat memang segitu biasa aja doang beliaunya. Tidak berusaha menunjukkan dia itu siapa. Biasa aja gitu. Dan dari cara Ibu-ibu yang ikutan joget dengan beliau bersikap ke si Ibu ini, memang begitu humble alias ya biasa aja gitu.

Weits, tenang. Bukan mereka aja. Aku tuh excited sekali kemarin saat bisa memotong antrian minyak yang panjangnya masyaallah sekali. Karena semua SPBU di Sumbar memang sedang bermasalah dengan stok minyak.

Nah kejadian ini, tidak lain tidak bukan the power of Bundo (emaknya Bang Fabel). Aku yang kembali ke garis start setelah mengantar pelari relay, mengadu kalau BBM mobil sudah menipis sekali. Lalu langsung dibicarakan ke Kadisparpora Sijunjung dan langsung diadukan ke direktur SPBU yang kebetulan juga ada di sana. Ya namanya kan kebutuhan acara ya shay, ini kelakuan tidak terpuji sih motong antrian. Cuma keadaan darurat soalnya kan dua mobil ini buat antar jemput peserta yang sudah mulai lari. Keadaan darurat bangetlah pokoknya ya. 

Di acara makan malam juga, Kadisparpora itu juga tidak segan loh menyalami aku. Iya sih, karena memang kebetulan aku duduk bareng Bundo. Cuma bukan aku yang mengulurkan tangan terlebih dahulu, dia loh yang menyalami aku yang lagi sibuk makan. Ini juga tidak sopan ya, karena malah yang lebih tua pula mengulurkan tangan. Maaf ya Pak.

Dan memang sehangat itu aja mereka sesama pejabat di Sijunjung selama acara MGR Silokek ini, sepenglihatanku ya. Dari acara makan malam, mereka sarapan di pujasera, sampai di garis finish pun keliatan kalau mereka memang sehangat itu. Ya semoga memang begitu adanya ya, bukan cuma pas acara ini saja. Segercep itu tanggapan Pak Kadisparpora ke aku itu, kalau ke masyarakat juga gitu sih pantes Sijunjung bisa makmur aman nyaman tentram banget sih. 

Apa lagi ya? Makan. Makan enak banget ya rasanya di sana. Makan siang pas hari H, itu enak banget loh rasanya. HAHAHAHA. 

Udah ah, nanti dikira menjilat banget. 

Pokoknya terima kasih Kak Ica, Bang Arif, Bang Imam, Bang Ihsan, Da Eeng, Nabil, Fatim, dan lain-lain, terutama Pak Yv juga. Terima kasih juga kerja samanya yang di bis biru, meskipun agak menguji-nguji ya kan. Sehat selalu ya semuanya, semoga bisa ketemu di MGR tahun depan di geopark yang lainnya. Bahagia sekali bisa jalan-jalan sepaket menikmati konser juga. Seru sekali pokoknya! 



Komentar

  1. Siapa yg ga kece reee wkwkwkwk

    BalasHapus
  2. Tata bahasanya banyak yang salah, tolong diperbaiki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga cerita pribadi, ya ga pake bahasa baku dong..

      Hapus

Posting Komentar