The Last Ride [Guardian of The Galaxy] - No Spoiler kok!

Petualangan Peter Quill dan kawan-kawan kembali melesat per hari ini (Rabu, 3 Mei 2023) dan siap untuk menerima salam perpisahan dari kita. Kalimat yang akan kalian benci selepas menyaksikan Guardian of The Galaxy Vol.3 hari ini. Promosi dan cuitan akun fanbase yang seolah menyuruh kita mengucapkan selamat tinggal pada kelompok funny funny funny ini yang (setidaknya bagiku pribadi) mempunyai andil dalam membangun wahana di kepalaku untuk film ini. 

Kalian harus menyadari bahwa apapun teori-teori yang sudah beredar sebelum ini, terlebih cuitan-cuitan mereka yang mendapat kesempatan special screening kemarin sangat berpengaruh pada bagaimana kita menaiki roller coaster buatan tim James Gunn ini. Tim yang amat sangat epik.

Pujian-pujian yang dikutip oleh Marvel di media sosialnya kurasa tidak lagi terasa berlebihan setelah dua kali menonton dalam hari yang sama. (Ssst, jangan ada yang marah atau ceramahin, aku sudah memarahi diriku sendiri)

Aku mau spoiler tipis satu kalimat yang membuat aku sebagai anak sastra merasa dipuji habis-habisan oleh High E. Di sebuah adegan yang mempertemukannya dengan Peter, dia berkata begini: “Seni, music, dan literatur warga bumi adalah yang paling terbaik seantero universe”. Tolong anak sastra, bangga kan kita? Ya meskipun yang menyadari hal tersebut makhluk maruk itu, tapi jadilah.

Seperti kataku tadi, menonton film ini adalah naik roller-coaster buatan tim keren mampus sedap mantap yang diarahkan James Gunn. Bukan hanya sutradara yang harus dipuji di sini, bahkan sampai akun-akun media sosial seperti @siPalingMarvel harus dipuji dalam hal ini. Kutandai kau ya min! Cuitanmu salah satu yang paling mempengaruhi jalan roller-coasterku hari ini. Loveyou! 

Naik turun cerita benar-benar dibuat sempurna, scoring yang menyenangkan apalagi sebelum penayangan pihak MCU juga sudah membocorkan playlist volume 3, jadi bisa sing along tipis-tipis sambil senyum. Bisa senyum dengan mata berkaca-kaca. Dipaksa tertawa oleh tingkah-tingkah yang di luar nalar, lalu dihempaskan dengan sesak menahan nafas deg-degan melihat adegan. Kaget yang bikin kita berjuang menahan air mata, jantungku kasian. 

Ouh tentu bagian terakhir yang kubilang ini juga karena narasi yang digiring oleh teori-teori liar sebelum ini. Buat kalian yang lembek hati dan perasaannya, siap-siap mleyot di beberapa moment dalam film ini. Apalagi saat satu cameo yang benar-benar meluluhlantakan jiwa raga penikmat MCU. Hangat, tapi gimana ya bilangnya? 

Visual? Aduh, kali ini aku berani deh bilang ini bagus. Nyaman sekali mata mengikuti perpindahan latar dan lain-lain. Selain itu akting semua orang dalam layar juga ciamik, yaiyalah gila. Sisi lain setiap karakter di film ini muncul dengan sangat hangat sekali. Ada lagi tidak yang mau mentraktir aku untuk senyum-senyum melihat cerita para Guardian ini? Kalau ada kabarin ya! 

Dari dua setengah jam, yang paling nempel di kepalaku adalah moment si ini dengan senjata khasnya, kombo-moment si ini dan si itu, perdebatan mereka, dan hampir semua. Pokoknya kalau ada yang mau ajak nonton (traktir sih lebih tepatnya), kabarin ya. Tidak akan membosankan sama sekali untuk menyaksikan film yang satu ini. 

Selain itu nih, selama kita menunggu 2 credit scene mata kita masih tetap dimanjakan dengan foto-foto yang ada selama credit tittle berlangsung. Biasanya kan lumayan bosan juga hanya membaca nama-nama kru film dengan layar hitam. Karena ini temanya 'the last ride', ada banyak sekali foto yang akan bawa kalian berkeliling ke kenangan para Guardian selama hadir di MCU. 

Eh iya, kita mention jugalah si bocil Adam Warlock yang benar-benar digambarkan seolah dia anak-anak. Masih dengan bimbang, bingung dengan identitasnya, dan lain-lain. Banyak cuitan juga yang menyebutkan kalau ingin melihat si bocil ini memiliki layarnya sendiri atau minimal series. Karena di volume ke-2 dia hanya sebuah telur raksasa, sekarang sudah menjadi bayi besar yang mematikan.

Intinya, di film MCU ke-32 ini semua ekspektasi benar-benar dihancurkan namun tidak mengecewakan sama sekali. Malah sebaliknya semua kepuasan yang dirasakan hari ini bentuk akibat dari ekspektasi yang sempat terpikirkan, entah sebelum menonton kalian berusaha mempercayai ekspektasi itu ataupun berusaha menolaknya. 

Komentar

Posting Komentar