Romansa Kretek Jeng Yah di Netflix [Gadis Kretek]

Dasiyah atau dikenal baik dengan sebutan Jeng Yah, aku mengenalmu dalam racikan tulisan Ratih Kumala beberapa tahun yang lalu. Kemudian hari ini aku menuntaskan kembali ceritamu yang diracik kembali ke bentuk visual yang bagiku lebih dari sempurna oleh Kamila Andini dan tim-nya yang teramat luar biasa untuk tidak disaksikan sesegera mungkin. 

Serial ‘Gadis Kretek’ sudah diumumkan sejak tahun lalu dan sudah ditayangkan sejak 2 November 2023 oleh Netflix. Dengan lima episode berdurasi masing-masingnya sejam kurang lebihnya, Kamila Andini yang sebelumnya kukenal lewat film Yuni ini bersama para pemeran dan kru menyajikan kemewahan yang bisa dirasakan mata, telinga, hingga perasaan. 


 

Kisah beratnya hidupnya Jeng Yah yang lahir dan besar di lingkungan produksi kretek ternama, membuat dia handal dalam detail apapun terkait kretek. Mulai dari bahan, produksi, hingga pemasaran yang tidak berterima oleh laki-laki di lingkungan kretek. Juga percintaan yang rumit tentu saja menghiasi perjalanan hidup dan karir si independent woman ini. Kisah yang problematik ditambah dengan latar sosial kehidupan 60-an yang akrab dengan cerita pengasingan.

Penceritaan yang berbarengan dengan pertemuan anak dari Jeng Yah dan anak dari Raya yang tak kala uwu-uwu rasanya. Perputaran emosi mereka berdua nih yang bikin perasaan kita ikut naik turun sama ceritanya Jeng Yah, Raya, dan Seno. Apalagi Museum Kretek yang bagiku punya juga terasa personal karena pernah ke sana secara langsung. 

 


Ada banyak alasan yang membuat kita harus menyaksikan serial megah ini di Netflix, bahkan aku berulang kali membayangkan kalau saja ini dijadikan sebuah film dengan durasi lima jam dan tiket yang aselole mamboy pun aku akan sangat ingin menikmatinya di bioskop. Nanti deh kalau udah kaya raya dan ada film semegah ini, kita booking bioskop seharian untuk dipakai nonton serial begini. Kiwkiw. Hahaha.

Tentu saja seperti biasa ada perbedaan yang dirasakan sebagai pembaca novel dengan segala visual yang sudah menjadi harapan pribadi kita. Penambahan pengurangan pun masih ada di serial dengan durasi lima jam itu. 


 

Dibalik ada ekspektasi yang pasti tidak bisa dipenuhi semuanya, aku sangat amat menikmati serial ini. Aku menyebutnya serial mewah sebab pemerannya hampir semua adalah aktor mahal. Bukan saja sebatas ‘budget fee’ tetapi dalam artian kualitas mereka memang sebagus dan setelaten itu untuk menghantarkan emosi. Bahkan untuk pemeran pendukungnya saja bukan sembarang aktor.

Musik latar hingga lagu pengiring sepanjang serial Cigarette Girl sih bikin perasaan diobok-obok. Baik itu lagu ataupun music saja, luar biasa sekali. Ini bagiku ya! Nadin Amizah membawakan soundtrack serial Gadis Kretek yang berjudul Kala Sang Surya Tenggelam, lagu milik legenda musik; Chrisye.

Selain itu ada banyak lagi lagu-lagu yang tidak kalah bagus-bagusnya, termasuk Runtuh-nya Feby makin menjadi-jadi di serial ini. Untuk lagu yang lainnya aku menemukan playlist yang telah dibuatkan oleh seseorang di youtube, kalian bisa klik link di sini. 

 


Well, aku pribadi berani kasih 1000000/100 untuk film semewah ini. Seapik ini!

Meskipun dari percakapan Lebas dan Arum di Museum Kretek sangat berpotensi pada Gadis Kretek musim ke-2, aku pribadi akan jauh lebih setuju jika Gadis Kretek habis sampai di sana untuk ditonton lagi dan lagi. Sebab akan terlalu riskan melanjutkan ke musim 2. Serial Gadis Kretek ini terlalu sempurna untuk menjadi pembanding musim ke-2 nya sendiri.

Apapun itu aku mau mengucapkan selamat untuk Kamila Andini. Aku baru kenal kamu dari Yuni, kemudian Jeng Yah, semoga perempuan selanjutnya akan semakin menerbangkan namamu ke kancah perfilman lebih tinggi lagi. Meskipun perempuan selanjutnya akan kesulitan karena peran Jeng Yah ini, xixixi! 

 

Source all pict: imdb

Komentar